Jefri Nichol Terjerat Ganja

Setelah 3 hari penangkapan Nunung di kediamannya, kemarin, tepatnya pada tanggal 23 Juli 2019, Aktor muda Jefri Nichol ditangkap polisi dikediamannya karena penyalahgunaan narkoba.

Dan Jefri Nichol adalah bukti bahwa Maraknya narkoba di kalangan industri hiburan tidak hanya dikonsumsi oleh generasi ‘senior’, dengan kata lain tidak pandang bulu lebih tepatnya. 

Depresi, lelah, dan berada dibawah tekanan adalah pemicu utama bagi pekerja seni di layar kaca. Siapapun yang berada dalam ikatan kontrak, harus selalu siap sedia dan bugar.

Maka dari itu penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan artis bukan lagi menjadi suatu hal yang tabu.

Tuntutan Produser, Agensi, dan Industri menyebabkan para artis bekerja seharian penuh, memenuhi selera penonton, dan tidak bisa menjadi diri mereka sendiri.

Mengapa demikian?

Mereka tidak akan laku jika tidak mengikuti keinginan/selera pemirsa. 

Selain itu persaingan dalam dunia entertainment menyebabkan mereka bersaing mati-matian untuk mempertahankan pamor di mata penonton, jika tidak seorang artis akan tenggelam popularitasnya dan diputuskan dari kontrak.

Kurangnya Quality time, membuat setiap artis merasa sepi ditengah sorakan penggemar. Meski tampak segar di layar kaca, para artis tentu saja kekurangan waktu untuk menjalin hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman karib mereka. 

Ganja, narkoba yang disalahgunakan oleh jefri nichol dikategorikan sebagai narkotika golongan 1. Artinya narkoba jenis ini tidak boleh digunakan di Indonesia bahkan untuk keperluan medis.

Lalu, apa saja efek buruk ganja? Adakah manfaat ganja?

Nah, berikut ini adalah efek dari ganja.

1.Membantu penyembuhan tulang patah.

Bahan kimia yang ditemukan pada daun dan batang ganja dapat membantu memulihkan tulang yang patah, secara lebih efektif. Hal ini membuat para periset percaya bahwa marijuana atau ganja ini dapat mendorong mineral dan unsur tertentu lain masuk ke jaringan tulang sehingga menjadi lebih kuat.

2.Merusak Pembuluh Darah.

Meskipun efek dari ganja bersifat sementara, namun dampak itu bisa menjadi masalah jangka panjang jika paparan tidak terkendali. Dampak terparah yang diprediksi adalah penyumbatan dan pengerasan arteri.

3.Pengaruhi Memori Jangka Pendek.

Penghisap ganja memiliki reputasi buruk karena pelupa. Para ilmuwan dari Northwestern University juga mendapatkan temuan, para mantan penikmat ganja mengalami kelainan otak terkait dengan memori jangka pendek.

Selain itu, para mantan penikmat ganja yang berpartisipasi dalam penelitian ini juga memiliki kinerja di bawah rata-rata, terkait tugas yang berhubungan dengan memori. Mungkin, penemuan yang paling meresahkan dari penelitian ini adalah bahwa otak pemakai ganja menjadi tidak normal dan tampak mirip dengan otak penderita skizofrenia.

4.Mempengaruhi Kreativitas

Hal ini terdengar aneh. Sebab, banyak orang yang berkecimpung dalam industri kreatif termasuk seniman dan pemusik, menganggap ganja sebagai sumber inspirasi.

Namun, sebuah studi yang dilakukan di Belanda membantah keyakinan ini. Penelitian ini dilakukan kepada relawan, untuk memakai ganja. Ternyata mereka tidak dapat menemukan solusi untuk masalah yang diajukan kepada mereka.

5.Menghancurkan Sel Otak

Sebuah studi selama 20 tahun yang dilakukan terhadap orang-orang yang menghisap ganja menyebut marijuana bisa membunuh sel otak. Studi tersebut menunjukkan bahwa menghisap ganja dapat meningkatkan risiko gejala dan gangguan psikotik, sekaligus menurunkan fungsi kognitif.


Baik sahabat aura, itulah beberapa dampak yang disebabkan karena mengkonsumsi ganja.

Dengan mendapat kabar kasus narkoba di kalangan artis seperti ini, dapat membuka mata kita semua bahwa tidak seluruh harta, tampang, dan popularitas dapat membuat seseorang menjadi benar-benar bahagia secara seutuhnya. 

Baik sahabat aura, sekian pembahasan kita hari ini.

Terimakasih. Semoga  bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply