4 MITOS PENYEBAB KEGUGURAN YANG BEREDAR LUAR DI MASYARAKAT

4 MITOS PENYEBAB KEGUGURAN YANG BEREDAR LUAR DI MASYARAKAT

Yang pertama-tama, Saya Dewi Aura, mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya anak dari pasangan artis Ammar Zoni dan Irish Bella. Innalillahi wa innaillaihi roji’un, semoga segenap keluarga diberikan ketabahan atas musibah ini.

 

Seperti yang diberitakan oleh awak media, bahwa Irish Bella mengalami keguguran di usia kandungan 6 bulan. Sebelumnya pada bulan September lalu, Irish Bella juga sempat dirawat lantaran mengalami pendarahan hingga kontraksi.

 

Selain mengalami pendarahan dan kontraksi, Irish Bella juga sempat alami kaki bengkak hingga indikasi infeksi.

Baik sahabat aura..

Kali ini kita akan membahas tentang mitos penyebab keguguran yang beredar luas di masyarakat.

4 MITOS PENYEBAB KEGUGURAN YANG BEREDAR LUAR DI MASYARAKAT.

Salah satu kekhawatiran yang sering dirasakan calon ibu adalah keguguran. Tidak ada calon ibu yang tidak merasa kecewa begitu mendapati dirinya keguguran.

Namun, memulai kehamilan dengan beragam kekhawatiran tentang penyebab keguguran juga tidak sepenuhnya baik bagi kesehatan dalam masa kehamilan.

 

Waspada itu harus, tetapi bukan berarti anda harus menelan mentah-mentah semua informasi tentang keguguran. Apalagi, banyak penyebab keguguran yang umum diketahui orang awam ternyata hanya mitos belaka.

 

Nah, berikut ini adalah 4 mitos penyebab keguguran yang beredar di masyarakat.

 

  1. Pernah keguguran, maka akan susah hamil lagi.

Orang sering beranggapan, sekali pernah keguguran, maka akan susah hamil lagi. Ini hanya mitos. Resiko keguguran tetap bergantung penyebabnya. Setiap kehamilan pun beresiko mengalami hal ini.

Memang peluang keguguran pada kehamilan berikutnya akan meningkat 20%, tetapi peluang hamil secara normal hingga melahirkan tetap ada.

Namun, hal terpenting adalah begitu Anda mengetahui diri tengah hamil, segera periksakan diri ke dokter dan ceritakan dengan jujur riwayat kehamilan Anda. Jadi, dokter pun bisa melakukan berbagai tindakan preventif untuk membantu Anda menjaga kehamilan.

 

  1. Perdarahan dan kram perut tanda keguguran.

Perdarahan ringan maupun kram perut pada minggu-minggu awal kehamilan itu biasa terjadi. Malah, ini sesuatu yang normal.

 

Kram yang dirasakan di sekitar dasar rahim biasanya wajar dan normal. Akan tetapi, jika anda merasakan kram pada bagian samping perut, ini patut diwaspadai karena ada kemungkinan terjadi kehamilan di saluran indung telur.

 

  1. Mengangkat benda berat atau menggendong anak menyebabkan keguguran.

Sebetulnya, bukan mengangkat benda berat atau menggendong anak yang membuat ibu hamil keguguran. Namun, kondisi mengangkat atau menggendong ini meningkatkan resiko ibu hamil mudah jatuh.

 

Apalagi, saat Mama mengangkat benda berat, janin akan tertekan. Saat ibu hamil terkena benturan dan terjatuh, resiko keguguran jadi lebih tinggi.

 

  1. Berhubungan Intim bisa menyebabkan keguguran.

Begitu mengetahui bahwa Anda hamil, sebagian besar akan merasa was-was saat suami mengajak berhubungan intim. Atau sebaliknya, suami anda khawatir berhubungan intim bisa menyebabkan keguguran. Belum lagi anjuran orang tua zaman dulu agar puasa berhubungan intim selama 9 bulan.

Perlu anda ketahui, bahwa Ini ternyata hanyalah mitos. Faktanya, aman kok berhubungan intim selama kehamilan, termasuk pada trimester I. Ini karena, janin terlindungi selaput ketuban dalam rahim.

Jarak mulut rahim juga cukup panjang dengan posisi janin. Sekarang, Anda tinggal mencari informasi soal posisi yang aman dilakukan saat berhubungan intim selama kehamilan.

 

Nah, itulah tadi 4 mitos penyebab keguguran yang berkembang di masyarakat. Saya harap sekarang Anda sudah mengetahui kebenaran dari mitos-mitos tersebut.

 

Jadi, tidak usah khawatir berlebihan dalam menjalani kehamilan. Perbanyak berpikir positif agar anda dan janin dalam kandungan dapat berkembang dengan baik.

 

Baik sahabat aura..

Cukup sekian pembahasan kali ini, semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat untuk anda.

Terimakasih, wassalamu’alaikum wr. Wb.

Dan salam sejahtera.

Leave a Reply