Suami Pelit Menafkahi Istri

Suami Pelit Menafkahi Istri – Mungkin, anda kesal dengan suami anda yang pelit, tapi anda tidak boleh asal marah dengan suami anda.

Kemarahan anda hanya akan menambah masalah. Tanpa menyelesaikan masalah. Sebaiknya anda pertimbangkan cara menghadapi suami pelit menurut islam.

Yang pertama,  Memberi Nasihat.

Seorang suami memang berperan sebagai kepala keluarga, tetapi seorang istri berhak menasihati suami perihal nafkah yang harus ia dapatkan.

Tentu saja, menasihati dengan cara dan komunikasi yang baik. Jelaskan pada suami tentang kewajibannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (Al-Baqarah 2: 33).

Kedua, Adanya Undang-undang Penelantaran dalam Rumah Tangga.

Mengenai kewajiban menafkahi juga dimuat dalam Undang-undang. Maka hal inipun bisa menjadi pengingat bagi seorang suami.

Yaitu dalam pasal 49 UU PKDRT, yang mengatakan bahwa setiap orang yang melakukan penelantaran dalam rumah tangga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun, dan denda paling banyak Rp15 juta.

Ketiga,  Mengingatkan dengan Ayat Allah tentang Rezeki.

Dalam surat At-Taubah dikatakan bahwa setiap mukmin diperintahkan untuk bekerja dan pekerjaan tersebut akan dikembalikan pada Allah.

“Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.'” (Q.S. At-Taubah 9: 105)

Keempat,  Bersikap Sabar.

Hal ini pun tertulis dalam Al Quran, bahwa barang siapa yang sabar mencari keridhoan Tuhannya, maka mereka akan ditempatkan pada tempat yang baik.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridoan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Q.S. Ar-Rad 13: 22)

Kelima,  Mendoakan Suami.

Doa merupakan salah satu cara agar suami dapat terketuk pintu hatinya untuk berubah. Karena itu, mendoakan suami untuk kebaikannya perlu anda lakukan.

Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian.” (HR. Tirmidzi).

Keenam,  Memberikan Contoh.

Tunjukkan pada suami bila anda telah mengerjakan kewajiban seorang istri terhadap suami, sehingga seorang suami pun akan berpikir untuk melakukan hal yang sama.

Terakhir, yaitu ketujuh,  Mengambil Sesuai Kebutuhan.

Bila seorang istri mendapat perlakuan tidak adil dalam hal finansial, mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan tanpa sepengetahuan sang suami.

Hal ini dijelaskan melalui sebuah hadits.

Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”. (HR Bukhari dan Muslim)

Nah, sebelum anda melakukan beberapa poin yang sudah saya utarakan, sebaiknya anda harus pastikan dengan benar terlebih dahulu,

Apakah sifat suami memang pelit ? Ataukah sebenarnya suami hanya ingin menghemat pengeluaran saja?

Jika Anda butuh bantuan untuk konsultasi seputar permasalahan rumah tangga, silahkan Anda bisa konsultasi di nomor 081226888102. (Telepon/sms/WhatsApp).

Semoga kita semua mampu menjaga diri kita dari perbuatan yang membuat Allah SWT murka. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *