Cara Menghadapi Suami Keras Kepala Dalam Islam

Cara Menghadapi Suami Keras Kepala Dalam Islam – Mampu menghadapi sifat suami yang keras kepala adalah keinginan sekaligus tantangan bagi seorang istri yang ingin menciptakan rumah tangga harmonis.

Siapapun anda yang saat ini tengah berjuang dalam bahtera rumah tangga atau yang baru saja akan memulai kehidupan baru sebagai seorang istri harus bisa meluangkan waktu untuk melakukan pembelajaran mengenai rumah tangga yang baik.

Para istri harus ingat bahwa seorang laki – laki atau suami sudah disiapkan dan diberi kedudukan tersendiri dari Allah untuk menjadi pemimpin.

  • “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka….” (QS. An Nisa’ : 34)

Semua laki – laki yang terlahir ke dunia ini ada fitrah menjadi seorang pemimpin. Dia diberi  kemampuan untuk memimpin lebih dari seorang wanita.

Selain bawaan lahir, juga karena faktor suami yang memberikan nafkah pada keluarga. Ia memiliki rasa bertanggung jawab atas istri dan anak – anaknya.

Rumah tangga tidak bisa selalu datar dan baik – baik saja. Yang paling rawan terjadi adalah ketika timbul perbedaan pendapat antara suami dan istri.

Tak jarang timbul sifat suami yang kadang memancing emosi seorang istri dan sering kali berujung pada pertengkaran.

Jangan pernah mengatakan bahwa suamimu bukan jodohmu. Baru mendapat masalah sedikit saja, sudah bilang tidak cocok dan ingin cerai ?

Justru itulah saat – saat Allah sedang menguji hambaNya. Itulah saat – saat pintu surga terbuka lebar bagi seorang suami dan istri. Lewat pahala dan kesabaran.

Cobaan itu untuk dihadapi bukan dihindari.

Lalu, bagaimana sikap terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang istri, ketika sosok suami bersikap keras kepala ?

  1.  Cari Penyebabnya

Kenali saat – saat ia menjadi pemarah. Bisa saja dikarenakan hal – hal remeh. Pelajari sikap dan gerak geriknya ketika ia mau marah.

Cegah kemarahannya dengan strategi – strategi yang bagi anda para istri di rumah pasti lebih paham.

Misalnya ketika ia akan berangkat ke kantor sering emosi karena susah mencari sisir rambut.

Jangan membalasnya dengan emosi atau malah anda hanya terus menerus memendam rasa kesal dalam hati anda.

Anda sebagai istri bisa mengusahakan pencegahan agar suami anda tidak emosi. Coba anda sediakan sisir rambut lebih dari satu, atau sediakan tempat sisir di posisi yang strategis agar bisa lebih mudah di temukan.

Terlihatnya bukan seperti masalah besar, tapi ternyata hal ini bisa mengurangi kecenderungan marah dan keras kepala suami anda.

  1.  Nasehati Dengan Lembut.

Istri hendaknya menasihati suami dengan lembut dan memiliki waktu yang tepat untuk menyampaikan nasihat.

Sudahkah anda tersenyum pada suami anda pagi ini ? Sudahkah anda menanyakan kabarnya hari ini ? Bagaimana kondisi kesehatannya, Bagaimana kesibukan pekerjaannya, dan lainnya?

Cobalah untuk memahami suami kita. Karena ketika anda telah memutuskan untuk berumah tangga, maka saat itulah anda mulai hidup dengan seseorang yang berbeda watak dengan anda.

Mau tidak mau harus saling mengalah, saling bersabar, karena yang namanya mengerti pasangan tidak bisa hanya dilakukan satu hari, tapi selama kita hidup bersama pasangan kita.

Setiap hari kita akan mempelajari pasangan kita. Maka wajar jika terjadi sedikit percekcokan.

Tahukah anda, bahwa sebenarnya seorang laki – laki itu paling sebal ketika mendengar seorang wanita cerewet?

Bukannya semakin memahami keinginan anda, yang ada malah seorang suami menjadi dingin sikapnya terhadap anda.

Maka langkah yang bijak harus anda lakukan adalah dengan mengajaknya ngobrol dengan bahasa yang halus dan menyenangkan. Dalam hal ini, harus ada yang mengalah salah satu.

Pakailah cara yang benar dan ingatlah bahwa suami anda adalah sosok pemimpin. Seorang pemimpin biasanya tidak suka digurui.

Misalnya saja,    kita ambil contoh pimpinan perusahaan besar yang di protes oleh karyawannya. Pastinya sulit dan tidak mudah. Nah, begitu juga posisi seorang suami ketika digurui.

Sepertiga malam adalah waktu yang mustajab. Pada waktu tersebut, anda bisa membaca Quran surat al furqon ayat 74 atau doa – doa lainnya.

  1. Berdoalah di sepertiga malam.

Sebaiknya kita sadar bahwa tidak ada satu musibahpun menimpa kita melainkan karena ulah tangan kita sendiri.

Mendekatlah kepada Allah,    Minta ampun kepada- Nya,    Memperbanyak istighfar atas semua dosa kita di masa lalu.

Biasakan untuk instrospeksi diri, apa kira-kira yang membuat suami suka marah. Kita berusaha menjauhinya dan membuatnya ridha.

Seringlah membuat suami ridha dengan menghidupkan sunnah –  sunnah yang dianjurkan dalam agama. Seperti, berdandan di hadapan suami atau mengajak suami untuk hadir di majlis ilmu pada waktu-waktu senggang agar ada masukan ilmu dan juga hikmah ke dalam dirinya.

Ingat, Allah akan mencatat segala perbuatan. Kewajiban kita hanyalah terus menerus menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Hidup ini memang tempatnya manusia di uji. Rumah tangga ini memang tempatnya kita berjuang.

Perceraian belum tentu jadi penyelesaian masalah anda!

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai aura, jodoh, asmara atau rumah tangga silahkan hubungi 081226888102.

Semoga kita semua mampu menjaga diri kita dari perbuatan yang membuat Allah SWT murka. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *