Agar Mertua Tidak Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

Agar Mertua Tidak Ikut Campur Urusan Rumah Tangga – Bedakan mana tindakan mertua yang ikut campur dalam kebaikan, dan mana tindakan yang ikut campur dalam memperkeruh rumah tangga anda

Jika yang dilakukan mertua adalah, Menasehati menantunya tentang ilmu agama, Mengajari cara memasak atau mengurus anak, Menjelasakan tentang kewajiban suami terhadap istri dalam Islam tanpa menggurui,  Menjelaskan peran wanita dalam Islam,

Intinya, mertua Sekedar memberikan saran atas masalah yang terjadi, tapi tidak memaksa.

Serta mampu menjadi tempat keluh kesah anda atau sekedar bertukar pendapat yang membangun hal positif. Maka, tindakan-tindakan tersebut diperbolehkan.

Sebab pasangan yang baru menikah juga belum terlalu mengerti tentang kehidupan rumah tangga, jadi mereka butuh bimbingan untuk menghindari perceraian.

Yang di jabarkan tadi, adalah ikut campur dalam kebaikan

Nah, beda lagi dengan mertua yang ikut campur secara berlebihan atau memperkeruh rumah tangga anda.

Misalnya saja, setiap hari datang ke rumah anaknya, merasa berkuasa atas anaknya, merendahkan dan menganggap menantunya tidak becus, atau bahkan selalu terlibat dalam setiap masalah maka itu hukumnya tidak diperbolehkan.

Solusi Agar Mertua Tidak Ikut Campur Urusan Rumah Tangga Secara Berlebihan

  • Pertama, Di dalam ajaran islam, pasangan yang telah menikah lebih dianjurkan untuk tinggal di rumah sendiri guna menghindari konflik dengan mertua.

Bukan masalah besar, jika memang hanya menyewa kontrakan kecil. Yang terpenting, istri tidak merasa tertekan.

Dengan demikian, maka pasangan bisa belajar hidup mandiri, berjuang dari awal secara bersama-sama dan menciptakan kehidupan yang islami.

  • Kedua, Apabila mertua melakukan hal-hal yang membuat hati kita jadi sakit,

Maka, jangan dibalas dengan kejahatan juga. Islam memerintahkan agar kejahatan dibalas dengan kebaikan. Mintalah petunjuk kepada Allah ta’ala.

Bila anda sudah tak tahan, bicarakan dengan suami atau orangtua anda.

  • Ketiga, Coba pahami keinginan mertua.

Posisikan diri Anda sebagai anaknya. Maka, akan terjalin ikatan yang kuat dari hati ke hati.

Coba dekati secara perlahan, curi perhatiannya dan berusahalah menjadi pribadi yang ramah.

  • Keempat, Bicarakan dengan Suami

Jika anda masih bingung dengan apa yang diinginkan mertua, ceritakan pada suami anda.

Ceritakan apa yang terjadi dan apa yang anda mau.

Sebagai suami, tentunya punya tanggung jawab yang besar atas kebahagiaan istri.

  • Kelima, Bicarakan dengan orangtua anda

Nah, cara ini adalah cara terakhir jika masalah sudah terlalu runyam dan anda tidak mampu menyelesaikan sendiri.

Apalagi, jika suami anda berpihak pada mertua, maka jalan satu – satunya adalah minta bantuan pada orangtua anda.

Namun ingat, jelaskan permasalahan anda dengan kepala dingin dan nada bicara yang lembut, agar tidak menyulut emosi kedua orangtua anda dan supaya tidak menimbulkan pertengkaran.

Ingat ya, Tidak ada pernikahan yang cuma senang-senang aja.

Bila kedua pasangan bisa tetap berkomitmen, memegang teguh agama dan bersikap saling percaya maka insyaAllah segala permasalahan bisa dilalui dengan baik.

Kalau anda ? Adakah yang saat ini tengah berjuang agar mertua tidak terlalu ikut campur ?

Jika Anda butuh bantuan untuk konsultasi seputar permasalahan rumah tangga, silahkan Anda bisa konsultasi di nomor 081226888102. (Telepon/sms/WhatsApp)

Semoga kita semua mampu menjaga diri kita dari perbuatan yang membuat Allah SWT murka. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *