Istri Selingkuh Karena Suami Impoten, Harus Bagaimana ?

Istri Selingkuh Karena Suami Impoten, Harus Bagaimana ? – Impoten atau disfungsi ereksi adalah kondisi dimana seorang laki-laki tidak bisa mendapatkan atau tidak bisa mempertahankan ereksi.

Dengan demikian, kehidupan seksual laki-laki tersebut pun akan terganggu sebab ia tidak dapat melakukan hubungan seksual secara maksimal dengan pasangannya.

Impoten rupanya dipengaruhi oleh gaya hidup yang salah seperti merokok, konsumsi alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, depresi, dan lainnya.

Kenyataan yang saya temukan di lapangan mengenai Istri Selingkuh Karena Suami Impoten cukup banyak,

Kemudian, banyak dari kalangan para istri bertanya seperti ini,

“Daripada selingkuh, bagaimana kalau saya gugat cerai saja? Apakah diperbolehkan?”

Ketika suami tidak bisa melakukan hubungan karena sakit atau impoten, sementara istri tidak ridha, apakah istri langsung memiliki hak untuk mengajukan khulu’ atau gugat cerai ?

Oke, kali ini saya akan jelaskan sesuai dengan pendapat dari beberapa Ulama,

Pertama, istri berhak mengajukan gugat cerai di hakim. Selanjutnya hakim menunggu selama setahun.

Jika dalam waktu selama setahun, suami masih tidak menggauli istrinya maka hakim berhak menfasakh atau dalam bahasa lainnya yaitu menceraikan pernikahan.

Ada juga riwayat lain yang mengatakan bahwa masa tunggu bisa dilakukan selama 10 bulan.

Adanya masa tunggu ini berlaku jika penyakit impoten yang diderita sang suami, memungkinkan untuk disembuhkan.

Sehingga jika penyakit impoten itu tidak memungkinkan untuk disembuhkan maka tidak perlu menunggu.

Kedua, istri berhak gugat cerai karena suami impoten. Kecuali jika penyakit impoten ini bisa disembuhkan.

Ketiga, jika dipastikan suami impoten dan istri tidak ridha, maka istri berhak gugat cerai tanpa harus menunggu kesembuhan suaminya.

Tips yang setelah ini saya jelaskan mungkin bisa menjadi acuan bagi anda yang memiliki pasangan Impoten.

Yaitu dengan Mengatasi Impoten dengan Kerja Sama

Suami bisa jadi tertarik kepada wanita lain karena tidak mendapat kepuasan dari istrinya, begitu juga sebaliknya

Seorang istri bisa tertarik dengan lelaki lain ketika dia tidak mendapat kepuasan yang wajar dari suaminya.

Dalam agama islam, telah diperintahkan agar masing – masing berupaya untuk memperbaiki diri sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi pasangannya.

Bahagia tidak bisa datang dari satu pihak. bahagia itu butuh kerja sama.

Suami wajib memperbaiki diri sehingga menarik perhatian istrinya.

Begitu pula seorang istri berusaha memperbaiki diri sehingga menarik perhatian suaminya.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah turunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya. Sebagian orang ada yang mengetahuinya dan sebagian lagi tidak mengetahuinya.” (Hadist Riwayat Ahmad)

Oleh karena itu, apabila seorang suami mengalami impotensi maka hendaknya pasangan suami-istri tersebut mengusahakan pengobatan atas penyakit impotensi dalam jangka waktu satu tahun.

Alangkah baiknya pasangan suami istri tersebut selalu berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Karena bisa jadi itu adalah ujian bagi kedua pasangan yang nantinya mendatangkan hikmah baik.

Jika Anda butuh bantuan untuk konsultasi seputar permasalahan rumah tangga, silahkan Anda bisa konsultasi di nomor 081226888102. (Telepon/sms/WhatsApp)

Semoga kita semua mampu menjaga diri kita dari perbuatan yang membuat Allah SWT murka. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *