Cara Menghadapi Suami Yang Ringan Tangan

  1.  Tunggu sampai suami anda tenang.

Tubuh kita memiliki sistem metabolisme sendiri, termasuk saat mengendalikan emosi. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit bagi tubuh agar efek adrenalinnya bisa agak mereda.

Biasanya, setelah itu emosi akan mulai reda dan itulah saat yang tepat bagi anda untuk mulai bicara dengan nada lembut pada suami anda.

Anda harus berhati – hati untuk tidak ikut terbawa emosi ketika suami anda masih dalam keadaan emosi tinggi. Ketika anda ikut terbawa emosi dengan cepat, maka sudah dipastikan bahwa nantinya hanya ada pertengkaran tanpa ada solusi yang bisa menyelesaikan.

  1.  Hindari ikut marah saat bertengkar.

Jika anda memang sudah sadar jika sifat suami mudah marah, maka seharusnya anda juga mau mengalah sesaat demi menghindari pertengkaran yang semakin keruh antara kalian berdua.

Sikap mengalah yang bagaimana jika suami mulai berani menggunakan serangan verbal pada istrinya ?

Anda wajib tetap rileks dan tenang, karena kemungkinan besar ia akan malu terhadap perilakunya sendiri,

Kemudian ia akan mulai merenung untuk memperbaiki sikap dan pada akhirnya akan lebih menghargai anda.

Nah, berbeda ceritanya ketika anda ikut berapi – api dan tidak menunjukkan sikap tenang ketika pertengkaran mulai tersulut antara anda dan pasangan. Hal ini bahkan memunculkan kemungkinan adanya kekerasan dari pasangan anda setelahnya.

  1.  Tahu kapan harus mencari bantuan.

Setelah anda berusaha bersikap tenang, anda wajib tetap tahu kapan waktunya mencari bantuan.

Misalnya anda bisa mencari bantuan dari anggota keluarga lain, maupun bantuan dari tenaga professional seperti konsultan rumah tangga, psikiater dan sejenisnya.

Jika keadaannya semakin sulit dan membuat anda tidak bisa merasakan kebahagiaan, anda wajib memikirkan hal ini berkali – kali bahkan jika bisa anda butuh masukan dari orang lain.

  1.  Dengarkan keluhan suami anda.

Tahukah anda bahwa emosi dalam diri seseorang memuncak karena adanya penumpukan rasa kecewa?. Misalnya karena merasa tidak didengar, tidak dianggap serius, atau tidak dihargai.

Mungkin saja, pasangan anda tengah merasakan dari salah satu hal tersebut. Maka untuk menghindari kemarahan suami, cobalah untuk lebih mendengarkan dan memhami keinginan suami anda.

  1.  Bersabar dan tunjukkan kasih sayang.

Sikap amarah dan emosi yang menggebu rawan memunculkan rasa takut, sedih dan rasa sakit pada orang yang tengah mengalaminya.

Perasaan marah ia munculkan karena ia merasa hal tersebut mampu ia jadikan perisai pelindung yang menunjukkan bahwa ia kuat dalam mengendalikan segala sesuatu.

Padahal, dalam hatinya sebenarnya sedang merasa sakit. Maka untuk anda para istri, cobalah untuk sedikit bersabar dan meredamnya dengan mendengarkan apa yang suami anda tengah inginkan.

Salah satu wujud sabar adalah dengan menunggu dan tidak ikut berbicara dengan nada tinggi ketika pasangan tengah marah.

  1.  Hargai dan hindari menyalahkannya.

Nah, ini paling rawan terjadi.

Yang paling membuat suami emosi ketika bertengkar adalah ketika ia tidak dihargai terutama dalam urusan pekerjaannya.

Keluhan – keluhan seperti uang gaji yang tidak cukup, kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi dan sebagainya tanpa mencari tahu apakah ia sedang memilki masalah di tempat kerja atau tidak, hal – hal yang demikianlah  yang menjadi pemicunya.

Suami akan semakin mudah terpancing emosi ketika ia terpojok dengan rasa bersalah. Tolong perhatikan situasi ketika anda mulai berbicara mengenai keuangan.

  1.  Jangan ragu meminta maaf.

Jangan ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Tidak ada yang bisa meluluhkan emosi selain ucapan maaf yang tulus.

Kurangi dan hindari mengelak dari rasa bersalah yang malah berbalik menyalahkan suami anda. hal ini hanya akan memperburuk keadaan.

Apa kabar rumah tangga sahabat aura semuanya ?

Poin – poin tadi semoga dapat membantu anda semua dalam mewujudkan hubungan baik dengan suami anda.

Jika Anda butuh bantuan untuk konsultasi seputar permasalahan rumah tangga, silahkan Anda bisa konsultasi di nomor 081226888102. (Telepon/sms/WhatsApp).

Semoga kita semua mampu menjaga diri kita dari perbuatan yang membuat Allah SWT murka. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *